BERITA

pembacaan Ikrar oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi Hindu seluruh Indonesia untuk berkomitmen menjaga dan mengawal Kebhinekaan serta Persatuan NKRI

Galang Wawasan Kebangsaan Dalam Merajut Kebhinekaan Nusantara Melalui Pentas Seni

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar menggelar perhelatan akbar "Pentas Seni Wawasan Merajut Kebhinekaan Nusantara" di Taman Werdhi Budaya Art Centre Denpasar, Senin 29 Mei 2017.

Kegiatan yang merupakan salah satu "Program Kerja" dari Kabinet Presiden RI Joko Widodo, diselenggarakan sebagai langkah sosialisasi dan antisipasi terkait maraknya Gerakan Radikalisme didalam Negeri yang merongrong kebhinekaan dan berpotensi memecah belah persatuan NKRI.

Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan Merdu dan Gagah nya saat pembukaan acara yang dihadiri oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh Dirjen Bimas Hindu, Perwakilan Gubernur Provinsi Bali, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Ketua IHDN Denpasar, Pejabat Pemerintahan Kabupaten / Kota Provinsi Bali, Ketua PHDI Pusat dan Daerah, perwakilan Kapolda Bali dan Pangdam IX Udayana, Tokoh Umat Beragama hingga Civitas Akademika Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu seluruh Indonesia.

Sekitar 272 orang seniman berlatar belakang pendidikan S1, S2 dan S3 terlibat dalam pelaksanaan Pentas Seni yang dihadiri oleh sekitar 5000 orang pengunjung dan tamu undangan untuk menyaksikan Pentas Kolosal Kebangsaan dengan Kebhinekaan Nusantara dalam Gerak Nafas Jiwa Pancasila yang dituangkan dalam kisah Lakon Sutasoma karya Mpu Tantular.

Menurut Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.si Sutasoma memiliki relevansi yang sangat sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia saat ini yang mulai diuji Kebhinekaannyaleh guncangan sosial, gerakan radikalisme dan degradasi moral/mental masyarakat yang mudah terhasut. Selain itu Sutasoma juga merupakan salah satu cikal-bakal lahirnya Kebhinekaan di Tanah Air Indonesia. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Gubernur Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Kesbangpolimas Provinsi Bali dalam sambutannya Kebhinekaan bukanlah hal yang perlu dipertentangkan, melainkan sebagai dasar prinsip toleransi kehidupan dalam bermasyarakat yang akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang berpedoman pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Saatnya masyarakat Indonesia Bangkit bersama menjaga persatuan dan kesatuan Nusantara dengan merajut kembali kebhinekaan dengan wawasan kebangsaan yang tertanam dalam diri setiap individu masyarakat Indonesia pada umumnya yang diawali dari masyarakat Bali untuk ibu pertiwi.

Dirjen Bimas Hindu yang juga mewakili Menteri Agama RI Menambahkan Kemajemukan Suku, Agama, Ras hingga Budaya yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia harus senantiasa dijaga. Kemajemukan itu adalah sebuah Identitas dan kebanggaan akan jati diri bangsa yang telah susah payah dibangun oleh para Pejuang Kemerdekaan NKRI.

Hujan sempat turun sesaat sebelum puncak acara, namun tidak menyurutkan antusiasme pengunjung yang hadir menyaksikan pentas seni ini yang kemudian ditutup dengan pembacaan Ikrar oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi Hindu seluruh Indonesia untuk berkomitmen menjaga dan mengawal Kebhinekaan serta Persatuan NKRI dengan Wawasan Kebangsaan. (JP).