Guru Agama Hindu Non-ASN Terima Surat Tugas, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tahun Ajaran Baru

Guru Agama Hindu Non-ASN Terima Surat Tugas, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tahun Ajaran Baru

Banyuwangi (Bimas Hindu) – Menjelang dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi melalui Penyelenggara Hindu mengambil langkah strategis untuk memastikan penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu di sekolah berlangsung optimal. Salah satunya melalui pembinaan bagi Guru Pendidikan Agama Hindu Non-ASN yang dirangkaikan dengan penyerahan surat tugas sebagai dasar pelaksanaan tugas di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan yang diikuti 12 Guru Pendidikan Agama Hindu Non-ASN gelombang pertama itu menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan guna memperkuat kompetensi, integritas, dan profesionalisme tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan agama kepada peserta didik.

Selain menerima pembinaan, para guru juga memperoleh Surat Tugas yang diserahkan langsung oleh Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Dokumen tersebut menjadi landasan administratif sekaligus bentuk kepastian dalam pelaksanaan tugas sebagai guru Pendidikan Agama Hindu pada tahun ajaran baru.

Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Karena itu, status kepegawaian tidak boleh menjadi pembeda dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik.

"Menjadi guru adalah sebuah pengabdian. Apa pun status kepegawaiannya, guru memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik dan membimbing peserta didik. Karena itu, jagalah komitmen, integritas, dan profesionalisme agar benar-benar menjadi sosok yang dapat digugu dan ditiru," ujar Oksan.

Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual yang akan membentuk karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan keagamaan harus dimulai dari peningkatan kapasitas para guru. Oleh sebab itu, pembinaan akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Hindu.

"Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Ketika kualitas guru terus berkembang, maka kualitas pembelajaran juga akan meningkat. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh peserta didik melalui proses pendidikan yang lebih bermutu dan berkarakter," tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, para peserta juga diingatkan untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Guru diharapkan tidak hanya menjadi penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya belajar yang positif di lingkungan sekolah.

Pembinaan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan para Guru Pendidikan Agama Hindu Non-ASN dalam menyambut tahun ajaran baru. Dengan bekal kompetensi, kepastian penugasan, dan komitmen yang kuat, diharapkan layanan Pendidikan Agama Hindu di Kabupaten Banyuwangi semakin berkualitas serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Dharma.


Berita Daerah LAINNYA