Yogyakarta — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen Bimas Hindu) memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian gemilang yang diraih oleh mahasiswa Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Dalam ajang bergengsi Forum Indonesia Muda 2 yang diselenggarakan di Kampus Janabadra, Yogyakarta (14/02/2026), tim mahasiswa UHN Sugriwa sukses menyabet dua penghargaan sekaligus.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) mampu bersaing secara inklusif dan inovatif di tingkat nasional.
Inovasi Teknologi Berbasis Pelestarian Budaya
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa semester dua ini berhasil memukau dewan juri melalui karya poster ilmiah bertajuk:
“System Dry Cabin Otomatis pada Gedong Penyimpanan Naskah Lontar Berbasis Arduino”
Inovasi ini dinilai sangat strategis karena mengintegrasikan teknologi modern (robotika/Arduino) dengan upaya pelestarian warisan leluhur, yaitu naskah Lontar. Sistem ini mampu mengatur suhu dan kelembaban secara otomatis, sehingga risiko kerusakan fisik pada naskah dapat diminimalisir.
Profil Mahasiswa Berprestasi
Ditjen Bimas Hindu bangga memperkenalkan para talenta muda di balik inovasi ini:
I Kadek Swedia Pradnya Yasa (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris)
I Gusti Ayu Ari Eka Putri (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris)
Ni Kadek Sandita Ningsih (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama)
Penghargaan yang Diraih
Melalui kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi umum dan kedinasan di Indonesia, tim UHN Sugriwa membawa pulang:
Silver Medal (Medali Perak)
Favorite Poster (Poster Terfavorit)
Catatan Ditjen Bimas Hindu
Prestasi ini merupakan buah dari pola pembinaan yang tepat di lingkungan PTKHN. Ditjen Bimas Hindu terus mendorong seluruh sivitas akademika untuk tidak hanya unggul dalam aspek spiritual dan sastra, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan sains.
Inovasi Dry Cabin otomatis ini diharapkan tidak berhenti sebagai purwarupa kompetisi, namun dapat diimplementasikan lebih luas di museum-museum atau Gedong Simpen di seluruh Indonesia guna menjaga eksistensi naskah-naskah suci kita.
Maju Terus Pendidikan Hindu Indonesia!
Om Shanti, Shanti, Shanti, Om