Gunungkidul (Bimas Hindu) - Menjaga kebersihan tempat ibadah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengempon pura, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam keseharian umat Hindu. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan pembinaan dan reresik pura yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gunungkidul bersama pengempon dan umat di Pura Podowenang, Ngawen, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara gotong royong itu diawali dengan pembersihan area pelataran, taman, dan fasilitas pendukung pura. Selain kerja bakti, umat juga mendapatkan pembinaan keagamaan mengenai pentingnya menjaga kesucian tempat ibadah sebagai bagian dari implementasi ajaran Hindu.
Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gunungkidul, Nuning Nirmawati, mengatakan bahwa reresik pura memiliki makna yang lebih mendalam dibanding sekadar menjaga kebersihan lingkungan.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk menyapu, mencabut rumput, atau membersihkan lingkungan pura. Kegiatan reresik pura merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Tri Hita Karana, khususnya dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungan. Dengan menjaga kebersihan dan kesucian pura, sesungguhnya kita sedang melaksanakan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.
Menurut Nuning, kesadaran menjaga lingkungan suci perlu terus diperkuat karena kebersihan dan kenyamanan pura turut mendukung kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah.
Hal senada disampaikan Penyuluh Agama Hindu Rahayu Fitriani. Ia menegaskan bahwa menjaga kesucian pura tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan dan upacara keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan tempat ibadah.
“Pura adalah tempat suci, stana Ida Bhatara-Bhatari. Menjaga kesuciannya tidak hanya melalui persembahyangan dan doa, tetapi juga melalui tindakan nyata merawat kebersihan dan keindahan lingkungan pura. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat umat untuk senantiasa menjaga kebersihan Pura Podowenang sehingga pura tetap nyaman, teduh, bersih, dan memancarkan energi spiritual yang positif bagi seluruh umat yang datang bersembahyang,” katanya.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, penyuluh agama Hindu juga menyerahkan sarana kebersihan kepada pengempon pura. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemeliharaan lingkungan pura secara berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya bersih di kalangan umat.
Kegiatan reresik pura menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Melalui semangat gotong royong yang ditunjukkan umat, nilai-nilai Tri Hita Karana diharapkan dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud bhakti kepada Tuhan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap alam.
#Bimas Hindu #Penyuluh Hindu Gunung Kidul #Hindu