Semangat Dharma di Usia Senja: Penyuluh Hindu Gianyar Ajak Lansia Batubulan Refleksikan Hidup

Bimbingan keagamaan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Gianyar

Gianyar (BIMAS HINDU) – Memasuki usia senja sering kali mendatangkan tantangan fisik, namun bagi para lansia di Desa Batubulan, fase ini justru menjadi gerbang menuju pendalaman spiritual yang lebih tenang. Semangat itulah yang terpancar saat mereka mengikuti bimbingan keagamaan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu Kemenag Kabupaten Gianyar, Dewa Nyoman Arsana, di Aula Kantor Desa Batubulan, Minggu (12/7/2026).

Membawakan materi tentang Catur Asrama dan Panca Sradha, Dewa Nyoman Arsana mengajak para peserta untuk memaknai masa tua bukan sebagai masa tunggu, melainkan fase emas untuk memetik hikmah kehidupan.

"Usia senja bukanlah akhir dari perjalanan. Ini adalah kesempatan emas untuk memetik hikmah, menerima setiap fase dengan ikhlas, serta mempersiapkan diri menuju kebahagiaan lahir dan batin yang lebih hakiki," tutur Dewa Arsana dengan lembut di hadapan puluhan lansia.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana Catur Asrama mengajarkan tahapan hidup yang bermuara pada pencapaian Moksa, sementara Panca Sradha menjadi jangkar keyakinan agar tetap teguh di jalan Dharma. Bagi para lansia, pemahaman ini bukan sekadar teori, melainkan "kompas" untuk menjalani hari dengan hati yang lebih ringan, penuh syukur, dan jauh dari rasa cemas.

Suasana bimbingan berlangsung hangat dan interaktif. Ruang aula desa seolah berubah menjadi ruang berbagi pengalaman hidup. Para lansia tampak antusias saling berbagi cerita, menanyakan keraguan, dan saling menguatkan. Tidak ada lagi keluhan yang mendominasi; yang ada hanyalah semangat untuk terus belajar, beribadah, dan menjadi teladan bagi keluarga serta lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Gianyar dalam menghadirkan layanan yang inklusif, menyentuh hingga ke lapisan masyarakat lanjut usia. Lebih dari sekadar memperkaya pengetahuan keagamaan, bimbingan ini adalah upaya untuk menumbuhkan ketenangan batin (inner peace) bagi mereka yang sedang meniti usia senja.

Di akhir sesi, terpancar kedamaian dari raut wajah para peserta. Mereka pulang dengan bekal batin yang lebih kokoh, membuktikan bahwa berapapun usia yang dilewati, semangat untuk bertumbuh dalam nilai-nilai Dharma tidak akan pernah mengenal kata pensiun.


Berita Daerah LAINNYA