Inspirasi Umat

Malam Jumat Pon, Tradisi Unik Umat Hindu Banyudono Memperkuat Sradha, Bhakti, dan Persaudaraan

Umat Hindu di Banyudono secara rutin melaksanakan persembahyangan setiap Malam Jumat Pon di Sanggar Pamujan Widya Jati.

Boyolali (Bimas Hindu) – Umat Hindu di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, memiliki tradisi persembahyangan yang berbeda dengan kebanyakan umat Hindu di daerah lain. Jika umumnya persembahyangan bersama di pura dilaksanakan pada hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, Siwaratri, Galungan, Kuningan, maupun hari raya keagamaan lainnya, umat Hindu di Banyudono secara rutin melaksanakan persembahyangan setiap Malam Jumat Pon di Sanggar Pamujan Widya Jati.

Tradisi tersebut telah menjadi agenda spiritual yang dinantikan oleh sekitar 20 kepala keluarga umat Hindu setempat. Pemilihan Jumat Pon bukan tanpa alasan. Hari tersebut merupakan weton atau hari kelahiran Sanggar Pamujan Widya Jati yang disucikan pada 18 November 2022. Sejak saat itu, setiap datangnya Jumat Pon dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.

Sanggar Pamujan Widya Jati berdiri di kediaman Bapak Wanto. Awalnya, sanggar ini dibangun atas keinginan putranya, Bapak Krisna, bersama menantunya, Ibu Desi, agar keluarga memiliki tempat suci untuk memperkuat kehidupan spiritual. Namun seiring waktu, keberadaan sanggar berkembang menjadi pusat pembinaan umat yang dimanfaatkan bersama oleh umat Hindu di sekitar Banyudono.

Apabila merujuk pada tradisi Hindu di Bali, Sanggar Pamujan Widya Jati dapat disamakan dengan merajan atau sanggah yang terdapat di masing-masing rumah. Bedanya, jika merajan di Bali umumnya hanya digunakan oleh satu keluarga besar, Sanggar Pamujan Widya Jati justru menjadi tempat persembahyangan bersama yang mempersatukan berbagai keluarga Hindu. Semangat "nyengkuyung" atau bergotong royong dalam melaksanakan persembahyangan menjadi ciri khas yang memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan umat Hindu di Banyudono.

Pada persembahyangan Malam Jumat Pon yang berlangsung Kamis (9/7), Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Boyolali, Rta Wahyu Sri Pamungkas, menyampaikan penyuluhan bertema "Implementasi Tri Hita Karana Melalui Pawongan." Materi tersebut mengajak umat untuk terus membangun hubungan yang harmonis antarsesama melalui semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa kekeluargaan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana, khususnya aspek Pawongan.

Dalam penyampaiannya, Rta Wahyu Sri Pamungkas menegaskan bahwa tradisi persembahyangan rutin pada Malam Jumat Pon bukan hanya menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan umat.

"Persembahyangan pada Malam Jumat Pon bukan hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan. Ketika umat berkumpul, saling mengenal, saling membantu, dan bergotong royong, di situlah nilai Pawongan dalam ajaran Tri Hita Karana benar-benar hidup dan menjadi kekuatan bagi umat Hindu," ujarnya.

Melalui penyuluhan tersebut, umat juga diajak mengamalkan nilai luhur Tat Twam Asi dan Vasudhaiva Kutumbakam, yang mengajarkan pentingnya saling menghormati, melayani, dan memandang sesama sebagai satu keluarga besar. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dalam setiap kegiatan keagamaan maupun kehidupan bermasyarakat sehingga Sanggar Pamujan Widya Jati tidak hanya menjadi tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat yang melahirkan semangat kebersamaan, pelayanan, dan pengamalan dharma dalam kehidupan sehari-hari.


Berita Daerah LAINNYA