Perlindungan Anak Jadi Landasan Penguatan Pendidikan di Widyalaya

Sosialisasi Pelaksanaan Widyalaya Ramah Anak

JAKARTA (Bimas Hindu) – Perlindungan peserta didik menjadi salah satu perhatian dalam penguatan kualitas pendidikan Hindu. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama mendorong setiap satuan pendidikan Widyalaya menerapkan prinsip ramah anak melalui tata kelola sekolah, proses pembelajaran, serta pemenuhan aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Widyalaya Ramah Anak, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Soleh, Perencana Ahli Madya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta I Wayan Wikrawan, Kepala Widyalaya PW Adnyani, sebagai narasumber.

Dalam arahannya, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija menekankan bahwa Widyalaya harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, terampil, jujur, dan bijaksana. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, satuan pendidikan perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan sehingga peserta didik merasa terlindungi serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.

“Widyalaya harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan menyenangkan bagi peserta didik. Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat mereka belajar, berkembang, dan merasa terlindungi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerapan prinsip ramah anak tidak boleh berhenti sebagai slogan ataupun sekadar pemenuhan administrasi. Prinsip tersebut harus diwujudkan dalam kebijakan pengelolaan sekolah dan kegiatan pembelajaran. Guru, tenaga kependidikan, serta pengelola Widyalaya memiliki tanggung jawab untuk memperhatikan hak dan kepentingan terbaik anak dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.

“Prinsip ramah anak harus diterapkan secara nyata, bukan hanya tertulis dalam dokumen administrasi. Seluruh unsur pendidikan perlu memastikan bahwa kebijakan sekolah dan proses pembelajaran benar-benar memperhatikan hak serta kepentingan terbaik anak,” tegasnya.

Perhatian terhadap lingkungan belajar juga mencakup kondisi fisik sekolah, terutama keamanan, kebersihan, kesehatan, dan ketersediaan sanitasi yang layak. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang pendidikan yang mendukung proses belajar sekaligus pertumbuhan peserta didik.

Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija juga mengingatkan bahwa kebijakan satuan pendidikan ramah anak berlaku bagi seluruh lembaga pendidikan, termasuk satuan pendidikan keagamaan. Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, Widyalaya perlu mengacu pada standar nasional pendidikan agar kualitas penyelenggaraannya terus berkembang dan memiliki kesetaraan dengan satuan pendidikan lainnya.

Penguatan prinsip ramah anak perlu berjalan seiring dengan pembenahan tata kelola dan peningkatan standar mutu. Meskipun Widyalaya merupakan satuan pendidikan yang relatif baru, pengelolaannya tetap harus memperhatikan kualitas pembelajaran, pemenuhan standar pendidikan, serta kesiapan mengikuti proses akreditasi.

Upaya tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Dirjen Bimas Hindu mengapresiasi langkah jajaran pendidikan dalam mengadopsi dan menyelaraskan regulasi nasional. Sinergi dengan KemenPPPA, Kementerian Pendidikan, Bappenas, serta para pemangku kepentingan terkait dinilai penting untuk mendukung penerapan Widyalaya Ramah Anak secara lebih terarah.

Keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kualitas lingkungan belajar. Komitmen, kreativitas, dan kerja sama seluruh unsur pendidikan tetap diperlukan agar setiap Widyalaya dapat melakukan pembenahan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

“Penerapan Widyalaya Ramah Anak membutuhkan komitmen bersama. Keterbatasan sarana dan prasarana hendaknya tidak mengurangi upaya kita dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ungkapnya.

Penerapan Widyalaya Ramah Anak diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan Hindu, khususnya dalam memastikan terpenuhinya hak dan perlindungan peserta didik. Dengan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman, Widyalaya diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas.


Berita Pusat LAINNYA